8/22/2009

Memecahkan masalah saat kondisi tidak siap

Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kemampuan memecahkan masalah waktu kondisi tidak siap.
Pada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah.
Hal ini memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif serta kesabaran.
Kritis untuk menganalisis masalah dan kreatif melahirkan altenatif pemecahan suatu masalah.
Kegiatan yang akan saya paparkan di bawah ini sering saya lakukan dan hasilnya, anak lebih semangat, dan ada perubahan pada sipat atau cara belajar anak.
Pelaksanaan
Tenaga pendidik sudah menyaiapkan area atau lapang dan beberapa soal yang akan di isi oleh anak di tiap pojok lapang,
misak dalam 1 kelas anak berjumlah 20 orang kita bisa bagi menjadi 4 kelompok,
masing-masing kelompok membawa alat tulis.
sebelum permainan ini di mulai anak-anak di beri pemanasan seperti layaknya belajar penjas kemudian anak di bawa berlari mengelilingi lapang dipingpin oleh tenaga pendidik sekaligus memberi tahu dimana posisi soal yang di isi.
Setelah pemanasannya selesai tenaga pendidik membuat sebuah undian untuk mengundi kelompok mana yang melaksanakan atau lari duluan.
Setelah di tentukan urutannya anak yang bagian pertama harus berlari ke pos satu atau soal no satu di post satu anak di berikan waktu untuk mengisi jika belum selesai sedangkan waktunya sudah habis maka kelompok dua langsung lari dan masuk ke post satu dan kelompok satu lari ke pos dua dan seterusnya, namun nanti kelompok yang lambat akan di berikan hukuman dengan mengerjakan soal tambahan,
Hal-hal yang di tilai
1.Kekompakan, keaktifan (aspek afektif / sikap)
2.Kemampuhan menjawab pertanyaan yang telah di sediakan (aspek kognitif)
Kesimpulan
Guru atau tenaga pendidik akan merasa berhasil jika ia bisa memperhatikan dan paham apa yang di inginkan oleh anak

Tidak ada komentar: